Histats

Kisah Antara Uang Seribu & Seratus Ribu

Alhamdulillah pada kesempatan kali ini Admin Blog KEBLIM akan
mempostingan artikel mengenai “Kisah Antara Uang Seribu & Seratus Ribu” . kisah ini tidak terlalu panjang, hanya mementingkan isinya saja, jadi anda tidak terlalu lelah untuk membacanya dan Jika anda membaca kisah ini sungguh akan menjadi inspirasi bagi hidup anda dan juga bisa mengambil sisi positif dari setiap kejadian.


Kisah Antara Uang Seribu & Seratus Ribu


Kisah inspiratif antara uang seribu dengan seratus ribu

Ini dia kisahnya, Silahkan di simak !

Uang Rp.1000 dan Rp 100.000 sama-sama terbuat dari kertas, sama-sama dicetak dan diedarkan oleh dan dari Bank Indonesia. Pada saat bersamaan mereka keluar dan berpisah dari Bank dan beredar di masyarakat. Empat bulan kemudian mereka bertemu lagi secara tidak sengaja di dalam dompet seorang pemuda. di antara kedua uang tersebut terjadilah percakapan.

Kemudian Uang Rp.100.000 bertanya kepada yang Rp.1000, “Kenapa badan kamu begitu lusuh, kotor dan bauamis…? “

Dijawablah oleh yg Rp. 1000, “Karena aku begitu keluar dari Bank langsung berada di tangan orang-orang bawahan, dari tukang becak, tukang sayur, penjual ikan dan di tangan pengemis.”

Lalu Rp.1000 bertanya balik kpd Rp.100.000, “Kenapa kamu kelihatan begitu baru, rapi dan masih bersih? “

Dijawab oleh Rp. 100.000, “Karena begitu aku keluar dari Bank, langsung disambut perempuan cantik dan beredarnya pun di restauran mahal, di mall dan juga hotel-hotel berbintang serta keberadaanku selalu dijaga dan jarang keluar dari dompet.”

Lalu Rp.1000 bertanya lagi, “Pernahkah engkau mampir di tempat ibadah? “

Dijawablah, “Belum pernah.”

Rp.1000. pun berkata lagi, “Ketahuilah bahwa walaupun keadaanku seperti ini adanya, setiap Jum’at aku selalu mampir di Masjid-masjid, dan di tangan anak-anak yatim, bahkan aku selalu bersyukur kpd Tuhan. Aku tidak dipandang manusia bukan karena sebuah nilai tapi karena manfaat…”

Setelah mendengar perkataan dari uang seribu itu, uang seratus ribu akhirnya menangis karena merasa besar, hebat, tinggi akan tetapi tidak begitu bermanfaat selama ini.

Amanat
“Jadi bukan seberapa besar penghasilan Anda, tapi seberapa bermanfaatpenghasilan Anda itu. Karena kekayaan bukanlah untuk kesombongan. Semoga kita termasuk golongan orang-orang yang selalu mensyukuri Anugerah dan memberi manfaat untuk semesta alam serta dijauhkan dari sifat sombong.”

Note :
Jika terdapat ada kesalahan dalam penulisan teks di atas mohon beritahu admin , di kotak komentar di bawah


Source : Informasi_Islamic