Informasi Dunia Islam

Monday, 9 May 2016

Sepuluh Tanda-Tanda Kematian Berdasarkan Medis

Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati. Kematian
tidak dapat dihindari meskipun berlari hingga keujung dunia. Karena bila Allah Ta’ala telah menetapkan ajal seseorang, maka tidak ada seorangpun yang sanggup mengelak dan mengubahnya.

Sepuluh Tanda-Tanda Kematian Berdasarkan Medis


Dalam ilmu medis terdapat beberapa tanda yang muncul ketika seseorang sedang menghadapi kematian dan dinyatakan meninggal. Lalu seperti apakah tanda-tanda tersebut ? Berikut ulasannya.

1. Death Rattle
Merupakan sebuah istilah umum yang digunakan pihak medis ketika pasien mengeluarkan suara yang sedikit kasar seperti orang mendengkur. Pada saat itu pasien dinyatakan dalam kondisi mendekati kematian. Hal ini terjadi karena pasien mengalami kesulitan untuk menelan sehingga terjadi akumulasi kelebihan air liur pada tenggorokan dan paru-paru. 

2. Cheynes-Stokes Respiration
Merupakan sebuah pola pernapasan yang sangat abnormal yang ditandai dengan tarikan nafas yang cepat kemudian setelah itu periode tidak bernafas (apnea). Dalam waktu yang cukup pendek, jantung menjadi lemah dan terlalu banyak bekerja sehingga membuat tubuh mengalami hiperventilasi (bernafas dengan cepat), kemudian setelah itu tidak ada lagi energi lebih untuk bernafas dalam waktu yang lama. Hal ini menunjukkan bahwa organ-organ tubuh mengalami kekurangan darah dan juga oksigen. Tanpa adanya oksigen, sel-sel dalam tubuh mulai mengalami kematian, hingga akhirnya organ tubuh benar-benar mati. 

Biarpun tanda-tanda ini biasanya muncul pada pasien yang mengalami gagal jantung ataupun gangguan pernafasan lainnya, akan tetapi hal ini umumnya dialami seseorang yang sedang menghadapi kematiannya.

3. Defacation
Setelah kematian, maka semua otot dalam tubuh manusia berhenti menerima energi. Akibatnya perut menjadi kembung dan pasien mengeluarkan sedikit kotoran dari anusnya.  Faktor lainnya yang dapat menyebabkan keluarnya kotoran adalah seberapa cepat tubuh seseorang mencerna makanan. Dan hal ini biasanya terjadi pada orang yang mengalami kematian yang tidak terduga. Namun tidak dengan kematian  pasien yang normal, mereka biasanya tidak memiliki selera untuk mengkonsumi makanan hingga akhirnya kematian menjemputnya. Dengan demikian tidak ada kotoran yang dikeluarkan.

4. Rigor Mortis
Yakni merupakan sebuah kekakuan setelah kematian. Setelah kematian, tubuh tidak lagi mampu untuk memecah ikatan yang mengakibatkan terjadi kontraksi terus menerus. Dalam kebanyakan kasus, umumnya rigor mortis diawali dalam satu hingga tiga jam kemudian setelah kematian dan akan mulai benar-benar kaku setelah 24 jam. Bahkan kelopak mata juga mengalami rigor mortis.

5. Livor Mortis
Merupakan sebuah warna ungu-merah yang muncul saat darah menggumpal pada bagian tubuh. Hal ini terjadi saat area tubuh pesakit menyentuh tanah atau menerima tekanan yang disebabkan kapiler dikompresi, seperti halnya saat ujung jari diberikan tekanan selama beberapa saat, dan yang terjadi setelahnya yaitu sidik jari menjadi putih selama beberapa detik.  Konsep ini dapat membantu untuk memutuskan posisi kematian dan memutuskan perkiraan waktu kematian. 

6. Algor Mortis
Ditandai dengan turunnya suhu tubuh seiring dengan kematian. Hal ini dapat terjadi bila suhu diluar lebih dingin dibandingkan suhu tubuh. Dan orang yang meninggal di lantai kamar mandi akan lebih cepat turun suhu tubuhnya bila dibandingkan dengan orang yang meninggal  di luar.

7. Tache Noire
Secara harfiah bermakna sebagai sebuah titik hitam, dimana garis coklat gelap kemerahan membentuk horizontal di bola mata. Tache noire hanya terjadi pada individu yang kelopak matanya tidak tertutup setelah kematian.

8. Purge Fluid
Merupakan sebuah cairan berwarna merah kecoklatan yang keluar dari mulut ataupun lubang anus, yang sering dianggap sebagai cedera otak atau darah biasa. Hal ini disebabkan adanya gas yang terbentuk diseluruh tubuh. Ketika terjadi pembentukan gas dalam perut  dan usus, maka perut menjadi tegang dan buncit. Dan dengan peningkatan tekanan abdomen menyebabkan pembersihan cairan kotor dan lain sebagainya. Selain itu Purge Fluid sangat bermanfaat untuk memutuskan waktu kematian seseorang.

9. Degloving
Setelah kematian, maka kulit akan mengelupas terutama kulit pada jari-jari serta kuku. Dan tanda ini terjadi akibat pembengkakan gas pada leher, dan anggota badan lainnya. Sehingga banyak orang yang mengira bahwa mayat tersebut mengalami obesitas. Padahal saat gas busuk sedang berada dibawah dengan tekanan yang cukup besar, kulit akan melepaskan diri dari tubuh dan seluruh masa akan membusuk hancur bersama jaringan lunak.

10. Maceration
Dalam bahasa latin, Marceration bermakna “lunak dan rendaman”. Istilah ini mengacu pada kematian bayi dalam rahim pada bulan ke-enam serta kesembilan kehamilan. Bila bayi tersebut masih berada dalam rahim selama rentang waktu beberapa hari, maka tengkorak mulai hancur dan otak mulai mencair. Dan bila bayi dikeluarkan dari rahim selang waktu 24 jam setelah kematiannya, , maka udara masuk dalam tubuh dan hal ini tidak dikatakan sebagai maserasi melainkan pembusukan.

Demikianlah ulasan mengenai sepuluh tanda kematian berdasarkan medis. Kematian memang bukanlah sesuatu yang dapat kita duga. Setidaknya kita dapat mempersiapkan bekal menuju kehidupan kekal nantinya. Dan semoga kita semua dapat mengambil pelajaran dari artikel ini.  


Sumber: palingyunik.blogspot.co.id

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Sepuluh Tanda-Tanda Kematian Berdasarkan Medis

Comments
0 Comments

0 komentar:

Post a Comment

Mohon Komentatnya Tidak Melanggar TOS
1.Tidak saling menghina
2.menghargai postingan ini
3.Berkomentarlah sesuai dengan postingan atau relevan
4.Berkomentarlah dengan bahasa indonesia yang abik
5.Hargai pendapat orang lain
6.Harap tidak memasang link aktif