Histats

Tiga Nasehat Iblis Untuk Nabi Musa AS

Iblis merupakan makhluk ciptaan Allah SWT yang terbuat
dari nyala api dan bertugas untuk menjerumuskan umat manusia pada kesesatan. Namun pernahkah kamu mendengar kisah mengenai Iblis yang memberikan nasehat kepada Nabi Musa AS ?

Tiga Nasehat Iblis Untuk Nabi Musa AS


Hal ini dikarenakan Nabi Musa AS telah melakukan apa yang diminta oleh iblis. Sehingga sebagai balas budinya, iblis pun memberikan tiga nasehat kepada Nabi Musa AS. Ketiga nasehat yang diberikan iblis ini sejatinya sangat bermanfaat bagi manusia dalam menjalani kehidupan.

Pasalnya dalam setiap nasehatnya, iblis telah memberitahukan bagaimana cara ia menjerumuskan manusia pada kesesatan. Sehingga apabila kita melupakan nasehat tersebut, maka dipastikan kita akan terjerumus dalam kesesatan. Lantas apa saja ketiga nasehat iblis tersebut ? Berikut penjelasan selengkapnya.

Diceritakan dari Ibnu Umar bahwa pada suatu ketika iblis mendatangi Nabi Musa AS. Iblis berkata, "Wahai Musa, engkau dipilih Allah SWT dengan risalah-Nya, dan Ia telah berbicara kepadamu, "Wa kallamallahu Musa takliimaan." Dan aku ini makhluk Allah juga, dan aku ingin bertaubat . Oleh sebab itu mohonkanlah syafaat untukku agar Allah mengampuniku."

Lalu Nabi Musa pun berdoa kepada Allah SWT. Sehingga Allah SWT berfirman, "Wahai Musa, Aku akan penuhi permintaanmu. Tetapi katakanlah pada iblis agar dia bersujud pada kuburan Adam terlebih dahulu."

Sehingga Musa pun memberitahukan apa yang telah difirmankan Allah SWT kepadanya. Lantas bagaimana reaksi iblis ? Ternyata iblis marah besar dan berkata, "Dahulu ketika Adam masih hidup, aku tidak mau bersujud kepadanya. Lantas mana mungkin aku harus bersujud kepadanya setelah ia mati?" Dikarenakan sikapnya tersebut, maka iblis pun tidak mendapatkan ampunan dari Allah SWT.

Meski demikian iblis berkata kepada Nabi Musa, "Musa aku telah berhutang budi kepadamu. Karena engkau telah memintakan ampun pada Allah SWT untukku, maka sekarang aku akan memberikan nasehat kepadamu. Sehingga ingatlah aku dalam tiga keadaan agar aku tidak membinasakanmu.

Pertama, jika engkau marah maka ingatlah aku. Sebab pada saat engkau marah, maka ruh-ku berada dalam hatimu dan mataku berada dalam matamu.

Kedua, ingatlah aku ketika engkau menghadapi peperangan. Sebab aku akan mendatangi anak Adam. Akan aku ingatkan dia tentang anaknya, istrinya serta keluarganya sehingga ia akan pergi meninggalkan medan  perang.

Ketiga, hindarilah berdua-duaan dengan seorang perempuan yang bukan muhrim-mu. Karena pada saati itu aku akan menjadi utusanmu untukknya dan menjadi utusannnya untukmu pula.

Sehingga dari kisah yang telah diceritakan diatas, kita dapat mengetahui bahwa ada tiga keadaan yang membuat iblis beserta bala tentaranta efektif menguasai manusia. Seperti pada saat marah, saat berkecamuknya peperangan dan ketika berduaan dengan wanita yang bukan muhrim.

Hal ini dikarenakan dalam ketiga kondisi tersebut, psikologis seseorang sangat labil. Sehingga ia akan berpotensi untuk bertindak diluar kendali akal sehatnya, Terlebih pada saat marah, seluruh setan akan membangkitkan nafsu amarah di dalam hati. Bahkan Imam Ja'far AS Shiddiq mengungkapkan bahwa marah adalah kunci dari segala keburukan dan kejahatan.

Banyak riwayat yang mengungkapkan bahwa pada zaman dahulu iblis sering kali menemui orang-orang shaleh terutama para nabi untuk berdialog bersama mereka. Bahkan dari pertemuan tersebut sering kali terucap nasehat-nasehat dari iblis yang berkaitan dengan strateginya dalam menjerumuskan manusia.Berbeda halnya dengan zaman sekarang, dimana iblis tidak langsung berhadapan dengan manusia melainkan langsung masuk ke dalam diri manusia.

Sumber: palingyunik.blogspot.co.id