Informasi Dunia Islam

Wednesday, 9 March 2016

Apakah Dulu Iblis Termasuk Golongan Malaikat?

Iblis adalah salah satu ciptaan Allah yang selalu ingkar terhadap
Allah. Kisahnya menjelaskan bahwa sekarang ini, iblis telah dikeluarkan dari surga dan akan dijadikan sebagai penghuni neraka. Mereka tidak ingin masuk ke neraka sendiri sehingga membutuhkan teman yang bisa menemani mereka di neraka. Inilah alasan mengapa iblis selalu menggoda manusia untuk berbuat dosa.

Apakah Dulu Iblis Termasuk Golongan Malaikat?


Apakah dulu iblis termasuk golongan malaikat? Apabila kita telah menyimak berbagai kisah Nabi dan Rasul maka kita akan mengetahui jawabannya. Sebelum kita menelaah pernyataan itu, kita harus tahu terlebih dahulu bagaiman dalil Al-Qur’an dan hadits yang menjelaskan tentang hal ini agar kita tidak salah sangka dan salah pengertian.

Berbicara tentang iblis, beberapa orang mengatakan bahwa dulunya iblis adalah malaikat. Lalu benarkan pernyataan iblis dulunya golongan malaikat? Ternyata, iblis hanya ada satu. Di dalam Al-Qur’an tidak pernah disebutkan iblis secara jamak. Penyebutannya secara plural adalah keturunannya.

Hasan Basri menjelaskan bahwa iblis tidak termasuk dalam golongan malaikat. Inilah jawaban yang sebenarnya. Ia menambahkan bahwa iblis adalah bagian dari jin yang juga telah dijelaskan dalam dalil Al-Qur’an. Dalil tersebut mengisahkan bahwa suatu hari para jin diperintahkan oleh Allah untuk bersujud pada Nabi Adam. Namun, ia tidak mau melaksanakannnya. Ia inilah golongan dari jin sehingga mereka durhaka terhadap perintah Allah. Saat para jin membuat kerusakan di dumi, kemudian Allah mengutus beberapa tentara dari malaikat dalam menghentikan dan mengasingkan para jin ke pulau terpencil. Iblis inilah yang termasuk sedang ditawan pada saat itu. Mereka di bawa ke atas langit oleh malaikat hingga mereka menetap di tempat itu bersama malaikat. Kemudian, Allah memerintahkan agar sujud kepada-Nya. Para malaikat langsung bersujud pada-Nya. Tidak seperti iblis yang selalu membangkang, mereka tidak taat terhadap perintah Allah. Inilah kisah bahwa iblis dulu adalah golongan malaikat.

Beberapa ulama, seperti Said bin Musayib, Ibnu Abbas, dan Ibnu Mas’ud menjelaskan bahwa iblis merupakan pimpinan bagi para malaikat yang tinggal di langit dunia, yakni langit terbawah dari tujuh lapisan langit. Nama iblis itu adalah Azazil dan memiliki nama lain yakni Abu Kudus. Hal ini telah dijelaskan dalam hadits dari Ibnu Abbas.

Pada riwayat lain mengatakan bahwa setan termasuk golongan malaikat atau Al-Hin dan diberi tugas untuk menjaga surga. Pada saat itu, iblis merupakan makhluk yang paling dihormati, paling banyak ilmunya, dan paling rajin beribadahnya. Secara fisik, iblis berparas rupawan dan mempunyai empat sayap. Tapi kemudian Allah mengusir mereka untuk keluar dari surga karena telah membangkang terhadap perintah-Nya. Allah melempar mereka ke dunia. Saat itulah para iblis berjanji bahwa mereka akan selalu menggoda manusia agar terjerumus dalam perbuatan dosa.

Berdasarkan kisah ini, kita bisa mengambil hikmah di dalamnya. Dahulu, iblis diberikan kedudukan yang mulia yakni di sisi Allah sebagai penjaga surga. Namun, karena kesombongan yang dimilikinya hingga menolak perintah Allah untuk bersujud pada Nabi Adam, ia pun dikeluarkan dari surga dan turun ke bumi. Bahkan, mereka telah dijamin oleh Allah sebagai penghuni kekal di dalam neraka. Oleh karena itu, hindarilah sifat sombong karena semua yang kita miliki hanyalah titipan Allah dan Dia bisa mengambilnya sewaktu-waktu. Selain itu, lakukanlah perintah Allah dan jauhilah larangan Allah jika ingin selamat dari siksaan api neraka. Demikian jawaban dari apakah dulu iblis termasuk golongan malaikat.

Sumber : kumpulanmisteri.com

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Apakah Dulu Iblis Termasuk Golongan Malaikat?

Comments
0 Comments

0 komentar:

Post a Comment

Mohon Komentatnya Tidak Melanggar TOS
1.Tidak saling menghina
2.menghargai postingan ini
3.Berkomentarlah sesuai dengan postingan atau relevan
4.Berkomentarlah dengan bahasa indonesia yang abik
5.Hargai pendapat orang lain
6.Harap tidak memasang link aktif