Informasi Dunia Islam

Thursday, 14 April 2016

Maraknya Jilboobs di Kalangan Remaja Muslim Semoga Keluarga Kita Tidak Terkena Firusnya

Maraknya jilboobs di kalangan remaja muslim saat ini merupakan
sebuah fenomena yang amat meresahkan. Hal ini bukan hanya ditakutkan malah meningkatkan serangan sek*ual kepada wanita muslim, tapi juga karena mereka telah menyalahgunakan alasan penggunaan jilbab.

Maraknya Jilboobs di Kalangan Remaja Muslim


Bukannya mau menutup aurat, mereka malah menonjolkan bagian yang seharusnya mereka tutupi dan tak boleh dikonsumsi mereka yang belum jadi mahramnya tersebut. Pada kesempatan kali ini kita akan bahas segala yang berhubungan dengan fenomena yang amat memalukan wanita dan Islam sendiri.

Maraknya Jilboobs di Kalangan Remaja Muslim, Salah Siapa?
Asal mula kata jilboobs adalah penggabungan dari kata jilbab yang biasa dikenakan oleh para wanita muslim untuk menutupi aurat kepalanya kecuali muka, dan kata bahasa Inggris “boobs” yang artinya adalah payudara. Dari kata-kata tersebut harusnya kita yang belum pernah mendengar masalah fenomena ini sudah mengetahui apa yang dimaksud. Ya, jilboobs adalah sebuah fenomena dimana seorang wanita muslim yang mengenakan jilbab tetap menggunakan baju super ketat sehingga lekuk tubuh mereka terutama di bagian payudara menjadi terlihat jauh lebih menonjol.

Sebenarnya siapakah yang salah dalam fenomena jilboobs ini? Para pria kah? Atau para wanita kah? Para wanita biasanya dalam posisi ini merupakan mereka yang senang akan pandangan banyak pria dan merasa tidak pede jika tidak ada pria-pria yang mendekati atau memperhatikan penampilan mereka. Sementara para pria tidak kalah buruknya, karena biasanya para pria yang menyukai jilboobs adalah para pria yang tidak bisa menahan diri dari nafsu duniawi sehingga mereka menginginkan sesuatu yang buruk untuk pikiran mereka. Jika sudah begini, maka diketahui bahwa seluruh pihak baik perempuan maupun laki-laki keduanya ada di pihak yang salah.

Darimana kah sesungguhnya dimulai maraknya jilboobs di kalangan remaja muslim ini? Semuanya berawal dari sebuah akun di media sosial yaitu Facebook, yang diberi nama Jilboobs Community. Foto-foto yang terpajang pada akun tersebut jauh dari kata baik, dan adapun malah menyayat hati siapapun yang melihatnya karena banyak terpajang wajah-wajah muslim perempuan yang mengenakan jilbab tapi bagian payudaranya mereka tonjolkan entah disengaja atau tidak. Bahkan di beberapa gambar juga mereka menggunakan jilbab tapi baju yang digunakan amat minim bahan.

Maraknya fenomena tersebut membuat beberapa situs berita nasional yang masih memiliki rasa nasionalisme dan prihatin terhadap perkembangan muda-mudi nusantara memberitakan hal ini dan salah satunya adalah liputan 6. Dari berita tersebut diketahui banyak juga aktivis-aktivis muslim yang tidak menyukai fenomena ini karena melecehkan kaum wanita dan agama Islam. Beberapa dari mereka menyarankan agar mereka yang mengenakan jilbab untuk berhati-hati.

Pendapat MUI Terhadap Fenomena Jilboobs Ini
Banyaknya respon tidak senang masyarakat membuat Majelis Ulama Indonesia (MUI) terpaksa turun tangan mengatasinya. Respon MUI terhadap fenomena jilboobs adalah haram, sesingkat itu. KH Ma’ruf Amin memberikan keterangan bahwa MUI sebelumnya sudah menerapkan fatwa mengenai pornografi, yang di dalamnya juga membahas masalah boleh atau tidaknya memperlihatkan bentuk tubuh seseorang. Karena dari itu, jika kita berjilbab tapi masih menggunakan pakaian ketat, hal itu dilarang keras oleh MUI.

Selain itu juga alasan diharamkannya jilboobs adalah karena itu amat tidak sesuai dengan syariat Islam. Dengan begitu, ada baiknya kita mulai saat ini bekerja sama dalam memberantas fenomena maraknya jilboobs di kalangan remaja muslim.

Sumber: kumpulanmisteri.com

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Maraknya Jilboobs di Kalangan Remaja Muslim Semoga Keluarga Kita Tidak Terkena Firusnya

Comments
0 Comments

0 komentar:

Post a Comment

Mohon Komentatnya Tidak Melanggar TOS
1.Tidak saling menghina
2.menghargai postingan ini
3.Berkomentarlah sesuai dengan postingan atau relevan
4.Berkomentarlah dengan bahasa indonesia yang abik
5.Hargai pendapat orang lain
6.Harap tidak memasang link aktif