Informasi Dunia Islam

Friday, 15 April 2016

Ternyata Kekayaan Usman bin Affan Masih Ada Hingga Sekarang

Usman bin Affan merupakan salah satu sahabat Nabi Muhammad
SAW yang menjadi khalifah ketiga pemimpin umat Islam. Ia dikenal sebagai sahabat yang paling kaya diantara sahabat yang lainnya. Bahkan setelah Ia meninggal, kekayaan ini tidak habis begitu saja. Namun tetap mengalir hingga saat ini dan digunakan untuk kebaikan umat.

Ternyata Kekayaan Usman bin Affan Masih Ada Hingga Sekarang


Ia memiliki tabungan atas namanya pada salah satu  bank di Saudi Arabia. Bahkan dari tabungan tersebut, kini telah berdiri HOTEL BINTANG LIMAdi area eksklusif dekat Masjid Nabawi dengan nama Hotel Usman bin Affan. Potensi kekayaannya dari hotel ini bisa mencapai Rp.150 Miliar lebih per tahun. Bagaimana bisa orang yang sudah meninggal 1400 tahun yang  lalu memiliki kekayaan yang begitu banyak?

Ternyata kekayaan yang terus mengalir ini berasal dari sikap dermawan yang dimiliki Usman. Sejak masa peperangan bersama Rasulullah SAW, Usman memang kerap memberikan hartanya untuk membantu umat Islam. Termasuk harta yang ada saat ini, merupakan kekayaan Usman yang sudah diwakafkan sejak ribuan tahun silam.

Kisahnya berawal ketika pada masa kepemimpinannya umat Islam dilanda kekeringan dan kekurangan air bersih. Satu-satunya air terbaik saat itu berada di sumur Bi’ru, Madinah. Sayangnya sumur ini merupakan milik seorang Yahudi pelit dan oportunis. Tidak ada yang boleh mengambilnya dengan cuma-cuma kecuali dengan membeli.

Akhirnya Usman yang mengetahui hal tersebut kemudian membeli setengah dari sumur Bi’ru untuk kepentingan Umat Islam. Usman lalu mewakafkannya untuk keperluan kaum Muslimin. Namun ternyata, pertumbuhan kaum muslimin di Madinah terus mengalami peningkatan dan membutuhkan lebih air yang lebih banyak.

Usman kembali melakukan hal serupa, kali Ia membeli semua sumur Bi’ru dengan harga 38.000 dirham. Untuk kali ini pun Usman kembali mewakafkannya untuk kaum Muslimin. Ternyata apa yang sudah diwakafkannya ini dijaga dengan baik oleh penduduk Madinah.

Sumur beserta tanah wakaf dari Usman terus mengalami perkembangan. Berawal dari sebuah sumur kini tanah wakaf Usman berkembang menjadi perkembunan yang luas. Kebun wakaf Usman dirawat dengan baik semasa pemerintahan Daulah Usmaniyah (Turki Usmani).

Perawatan kebun semakin baik saat Kerajaan Saudi Arabia mulai berdiri. Di KEBUN-kebun tersebut tumbuh subur pohon kurma dengan jumlah sekitar 1550 pohon.  Kerajaan Saudi, melalui Kementrian Pertanian, mengelola hasil kebun wakaf Usman tersebut. Uang yang didapat dari panen kurma dibagi dua; setengahnya dibagikan kepada anak-anak yatim dan fakir miskin. Sedang separuhnya lagi disimpan di sebuah bank dengan rekening atas nama Usman bin Affan.

Saat ini rekening atas nama Usman tersebut dipegang oleh Kementerian Wakaf. Dengan begitu ‘kekayaan’ Usman bin Affan yang tersimpan di bank terus bertambah. Sampai pada akhirnya dapat digunakan untuk membeli sebidang tanah di kawasan Markaziyah (area eksklusif) dekat Masjid Nabawi.

Di atas tanah tersebut, saat ini tengah dibangun sebuah hotel berbintang lima dengan dana masih dari ‘rekening’ Usman. Pembangunan hotel tersebut kini sudah masuk tahap akhir. Rencananya, hotel ‘Usman bin Affan’ tersebut akan disewakan kepada sebuah perusahaan pengelola hotel ternama.

Melalui kontrak sewa ini, income tahunan yang diperkirakan akan diraih mencapai lebih 50 juta Riyal. Pengelolaan penghasilan tersebut akan tetap sama. Separuhnya dibagikan kepada anak-anak yatim dan fakir miskin. Sedang separuhnya lagi disimpan di ‘rekening’ Usman bin Affan. Uniknya, tanah yang digunakan untuk membangun hotel tersebut tercatat pada Dinas Tata Kota Madinah atas nama Usman bin Affan.

Sumber : infoyunik.com

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Ternyata Kekayaan Usman bin Affan Masih Ada Hingga Sekarang

Comments
0 Comments

0 komentar:

Post a Comment

Mohon Komentatnya Tidak Melanggar TOS
1.Tidak saling menghina
2.menghargai postingan ini
3.Berkomentarlah sesuai dengan postingan atau relevan
4.Berkomentarlah dengan bahasa indonesia yang abik
5.Hargai pendapat orang lain
6.Harap tidak memasang link aktif