Informasi Dunia Islam

Saturday, 19 December 2015

Ciri - Ciri Orang Egois, Apakah Anda Termasuk Didalamnya?

Dalam kata-kata serapan asing dalam bahasa Indonesia, kata egois
yang berarti orang yang mementingkan diri sendiri, tidak peduli bakal orang lain atau masyarakat. Dalam kamus bahasa online,  egois berarti tingkah laku yang didasarkan atas dorongan untuk keuntungan diri sendiri dari pada untuk kesejahteraan orang lain atau segala lakukanan atau perbuatan rutin dikarenakan oleh keinginan untuk menguntungkan diri sendiri.
Baca Juga : Pahala Suami Ketika Memberi Nafkah Istri
Ciri - Ciri Orang Egois, Apakah Anda Termasuk Didalamnya?


Ketika ada orang yang lebih mementingkan kepentingan dia sendiri ketimbang orang lain, maka kami sebut ia adalah orang egois. Begitu juga, ketika ada orang yang rutin ingin menang sendiri kami sebut orang itu dengan sebutan yang sama, yaitu egois. Pernahkah kami melaukan perbuatan yang menurut orang lain itu egois? Padahal dalam diri kami sendiri, perbuatan itu sama sekali bukan egois.

Tak jarang keegoisan seseorang membikin orang lain menjadi benci kepada dirinya, bahkan tidak sedikit yang memusuhinya pula. Ketika belum lama berkawan, sifat keegoisannya belum kelihatan, namun seusai ia tahu bahwa kawannya itu mempunyai sifat egois, dapat jadi ia menjaga jarak atau memilih tidak menjadi kawannya lagi.

Coba kami bayangkan apabila keegoisan tumbuh suatu  keluarga. Biasanya, ketika tetap  menjadi pengantin baru, sifat egois tidak kelihatan, namun seiring berlangsungnya waktu akhirnya kelihatan juga. Apabila tidak pintar dalam menyikapinya dapat dipastikan hubungannya tidak berawet, dan beres dengan perceraian.
Apakah kamu jenis orang egois?

Sikap egois dapat kami temukan dimana pun, lebih cocoknya adalah dalam kenasiban kami sehari-hari. Salah satu ciri orang yang egois; pertama, mendustakan ayat-ayat allah. Kedua, ingin menang sendiri. Ketiga, Suka mengatur tapi tidak mau diatur. Keempat, Keras kepala.

Mendustakan ayat-ayat allah swt. Dalam faktor ini cakupannya sangat luas sekali. Orang kafir dapat dikategorikan oang yang egois, sebab mereka enggan memeluk islam. Padahal agama islam adalah agama penyempurna bagi agama – sebelumnya. Jadi jelaslah bahwa mereka adalah orang-orang yang dapat dikatakan orang yang super egois.

Orang yang mengaku muslim (orang islam) namun tidak melaksanakan perintah-perintah allah maka tergolong kedalam orang-orang egois. umpama saja tidak melaksanakan sholat lima waktu, dan amalan-amalan yang lain yang allah perintahakan, dan tidak menianggalkan apa yang allah larang, umpama mabuk-mabukan, berfoya-foya, dan lain sebagianya.

Pengertian egois yang dimaksud disini mereka egois kepada dia sendiri dan seolah tidak peduli dengan pahala dan ancaman allah swt. Padahal dampak ke-egois-an merekalah allah swt memberbagi suatu  peringatan melewati tentara-tentaranya. Umpama saja allah mengirimkan tentara air, tanah, angin, dan sebagainya. Jadi timbullah banjir, angin puting beliung, longsor, gempa bumi dan lainnya.
Kedua, ingin menang sendiri. Menang dan kalah dalam suatu  pertandingan adalah faktor yang lumrah, namun menjadi berpersoalan ketika ada orang yang ingin menang sendiri.

Buat apa menang kalau tidak sportif, menang semacam ini sama saja kalah. Kemenangan sesungguhnya adalah menang dengan cara sportif, pasti lebih terhormat. Orang yang ingin menang sendiri, tidak lebih lebih dapat dianalogikan semacam itu. Dampak sifatnya inilah ia dijauhi dan di musuhi kawan-kawannya.

Orang yang ingin menang sendiri biasanya tidak peduli dengan apa yang ia lakukan, mesikipun itu sebetulnya salah. Untuk itu berhati-hatilah bila mempunyai kawan yang semacam ini, sedini mungkin untuk diiangatkan sebelum hal-hal yang diharapkan terjadi. Apabila bukan kamu sebagai sahabatnya maka siapa lagi.

Suka mengatur tapi tidak mau diatur. Seorang pemimpin dituntut untuk mempu memimpin anggotanya. Namun masa menjadi seorang pemimpin itu ada batas dan jangka waktunya. Ketika menjadi seorang pemimpin ia dapat mengatur anggotanya semacam apa yang diharapkan, namun ketika ia telah kembali menjadi anak buah maka wajib siap diatur semacam dia mengatur ketika menjadi seorang pemimpin.

Saat ini, tidak sedikit sekali kami temukan orang-orang yang siap memimpin namun tidak siap dipimpin. Ketika ia telah tidak lagi memegang jabatan sebagai pemimpin, ia memilih keluar. Inilah potret yang sekarang terjadi dan telah membudaya. Akhirnya bermusuhan dan saling menjatuhkan satu sama lain jadi perseteruan ini tanpa akhir atau jadi “musuh bebuyutan”.

Keras kepala. Bandel identik dengan sebutan kepala batu, artinya isi kepalanya sangat keras jadi sangat susah untuk dihancurkan. Orang bekepala batu yaitu orang yang tidak dapat menerima masukan dari orang lain. Orang yang berkepala batu biasanya berpasangan dengan muka tembok dan tangan besi. Apabila tiga unsur ini telah menyatu, maka sangat susah untuk merubahnya apa lagi untuk diingatkan.

Orang yang bandel pada masa Nabi Musa adalah fir’aun, dan akhirnya Allah swt tenggelamkan fir’aun dan tentaranya di tengah lautan. Selain itu, pada masa Nabi Nuh. umatnya juga sangat keras kepala. Jadi Allah swt mengirimkan banjir bandang yang sangat dahsyat, jadi tidak ada yang selamat dari umatnya Nabi Nuh meski pun lari ke atas gunung. Kecuali yang ikut naik kapal dengan Nabi Nuh.
Penutup

Egois adalah sifat yang tumbuh alamiah dari dalam diri manusia. Sebab sangatlah alami, hingga manusia tidak menyadari keberadaan sifat egois itu sendiri. Dan hingga sekarang pun belum ada obat yang dapat menghapus sifat egoisme dari dalam diri manusia. Setiap orang pasti sempat bertindak egois, baik dengan cara sadar maupun tidak sadar.

Untuk sanggup menghapus sifat-sifat kurang baik yang ada dalam diri manusia, Rasulullah SAW bersabda : ” Kami baru kembali dari satu peperangan yang kecil untuk memasuki peperangan yang lebih besar…’, yang membikin para Sahabat terkejut dan bertanya, “Peperangan apakah itu wahai Rasulullah ?”Rasulullah mengatakan, “Peperangan melawan hawa nafsu.” (Riwayat Al Baihaqi)
Perang melawan hawan nafsu adalah perang yang sesungguhnya. filsafat kuno juga menyatakan, musuh paling besar adalah diri sendiri. Sebab dapat di lihat, dalam diri manusia tersedia sifat-sifat yang kurang baik. Amarah, dendam, benci adalah contoh sifat manusia yang kurang baik. Begitu juga dengan egois.

Maka sebetulnya mau tidak mau kami dengan cara tidak langsung juga berperang melawan diri sendiri. Berperang melawan sifat sifat kurang baik yang muncul dengan cara alamiah di dalam diri kita. Mungkin hanya keagungan iman kami lah yang sanggup melawan itu semua, dan  iman kami lah, sebetulnya obat untuk melawan egois itu sendiri.

Abu  Bakar Al-Warraq mengatakan : “Apabila hawa nafsu mendominasi, maka hati bakal menjadi kelam, Apabila hati menjadi kelam, maka bakal menyesakkan dada. Apabila dada menjadi sesak, maka akhlaknya menjadi rusak. Apabila akhlaknya, maka masyarakat bakal membencinya dan iapun membenci mereka”.
Baca Juga : Hal-hal Berikut Ini yang Menyebabkan Anak Menjadi Pendendam

Dengan mengedepankan iman, pasti sifat-sifat egois yang tersedia dalam diri kami bakal dapat diredam. Bantuan Allah swt lah yang menjadi tumpuan terbaru supaya kami terbebas dari sifat-sifat kurang baik tersebut, dan rutin dalam bimbingan-NYA. Semoga kami tergolong kedalam hamba-hamba yang mendapat perlindungan Allah swt. Aamiin.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Ciri - Ciri Orang Egois, Apakah Anda Termasuk Didalamnya?

Comments
0 Comments

0 komentar:

Post a Comment

Mohon Komentatnya Tidak Melanggar TOS
1.Tidak saling menghina
2.menghargai postingan ini
3.Berkomentarlah sesuai dengan postingan atau relevan
4.Berkomentarlah dengan bahasa indonesia yang abik
5.Hargai pendapat orang lain
6.Harap tidak memasang link aktif