Informasi Dunia Islam

Wednesday, 27 May 2015

Kisah Pengabdian Seorang Ibu

Tausiah Islam - Selama bertahun-tahun Stacie Crimm mengira dia tidak subur
sebab susah punya anak. Sampai akhirnya ia dapat hamil saat berumur 41 tahun. Tetapi selagi hamil ia terkena kanker kepala serta leher stadium lanjut. Demi menyelamatkan nyawa sang bayi yang sangat diinginkannya Stacie menolak kemoterapi. Stacie tidak ingin efek negatif kemoterapi berimbas ke bayi yang dikandungnya. Tapi dampak menolak kemoterapi, tubuhnya menjadi sangat lemah selagi masa kehamilan.
Baca Juga : Kisah Mengenai Kesabaran Seorang Ayah

Kisah Pengabdian Seorang Ibu

Pengabdian Seorang Ibu

Stacie merasakan ada kondisi yang serius di tubuhnya seusai berbagai minggu kehamilannya. Ia mulai merasakan kekhawatiran serius sebab tidak jarang mengalami sakit kepala parah, pengamatan ganda serta juga tremor yang melanda setiap inci tubuhnya.
Baca Juga : Kasih Sayang Besar Dari Bunda Yang Berjiwa Besar


Akhirnya di bulan Juli ia memeriksakan diri ke dokter serta hasil CT scan menunjukkan ia menderita kanker kepala serta leher stadium lanjut. Saat itu ia wajib memutuskan untuk memilih antara hidupnya alias bayi yang dikandungnya. Saat itu ia menolak melakukan perawatan kemoterapi supaya bayinya tetap hidup.
“Ia mulai menceritakan kekhawatirannya pada saya, ia bilang khawatir mengenai bayi ini, tapi berharap dapat nasib lumayan lama untuk mempunyai bayi ini. Apabila terjadi sesuatu padanya jadi rawatlah anak ini,” ucap Ray Phillips, kakak Stacie semacam dikutip dari Dailymail.

Sebulan seusai didiagnosa kanker, Stacie roboh serta langsung dibawa ke OU Medical Center di Oklahoma City. Dokter berbicara tumor telah membungkus kurang lebih batang otaknya. Dua hari kemudian detak jantung bayi yang dikandungnya mulai menurun serta jantung Stacie berhenti berdetak.

Dokter serta para perawat memutuskan untuk melakukan operasi caesar supaya dapat menyelamatkan nyawa sang bayi. Stacie sanggup bersi kukuh 5 bulan sejak dinyatakan kanker sebelum akhirnya dipaksa untuk melahirkan bayinya dengan cara prematur melewati caesar. Bayi itu diberi nama Dottie Mae yang mempunyai berat 0,93 Kg.

Bayi Dottie Mae akhirnya selamat dilahirkan dengan berat badan lebih rendah dibandingkan rata-rata berat bayi lainnya jadi wajib ditempatkan ke ruang khusus perawatan intensif neonatal. Sedangkan Stacie yang kondisinya makin melemah wajib dibawa ke ruang perawatan intensif lainnya.

“Suster berbicara bahwa Stacie sedang sekarat, napasnya terengah-engah serta tubuhnya sedang melawan kematian,” ungkap Ray.

Stacie wajib berjuang supaya dapat tetap nasib dengan bantuan ventilator serta obat penenang selagi berbagai hari. Saat itu tetap ada andalan baginya untuk hidup. Tetapi kanker yang diderita telah membikin salah satu matanya makin susah menonton serta menghancurkan otot.

Kanker itu juga telah membekuk tenggorokannya jadi apabila ia berbicara, kata-katanya tidak dapat dimengerti. Tumornya juga telah menyebar ke otak yang membikin ia tidak jarang tidak sadar serta bahkan tidak sanggup menandatangani akte kelahiran Dottie Mae.

Saat itu Stacie sangat lemah untuk dapat menemui bayinya di ruang perawatan khusus. Serta sang bayi pun terlalu lemah untuk dibawa ke ruang perawatan ibunya sebab tetap memakai alat-alat perawatan neonatal. Kedua kondisi ini tidak memungkinkan bagi keduanya untuk bertemu.

“Saya merasa tidak berdaya, saya ingin sekali membantunya serta melakukan apapun supaya ia dapat berjumpa dengan bayinya. Tapi mereka berbicara tidak mungkin baginya untuk menonton sang buah hatinya,” ucap Ray.

jantung Stacie berhenti bernapas tapi ia sukses nasib kembali. Staf rumah sakit berbicara pada keluarga bahwa ia telah sangat dekat dengan kematian. Tapi Stacie belum sekalipun menatap mata biru bayi kecilnya serta mencium bayi yang sukses diselamatkannya.

Hingga akhirnya perawat Agi Beo meminta tim medical centre’s neonatal transport untuk memakai perawatan bayi yang dapat dipindahkan supaya dapat mendekatkan bayi Dottie ke ibunya. Kereta perawatan bayi Dottie kemudian dibawa ke ruangan ibunya dengan begitu apabila dikeluarkan sebentar bayi Dottie dapat langsung dikembalikan ke kotak bayinya.

Ketika bayi Dottie didekatkan, mata Stacie terbuka serta ia mulai menonton sekitarnya untuk menemukan sang buah hati. Para perawat dengan segera meletakkan bayi Dottie di dada kanan ibunya. Keduanya saling menatap satu sama lain selagi berbagai menit.

“Tidak ada yang berbicara apa-apa pada saat itu. Saya bilang pada adikku bahwa ia telah melakukan sebuah faktor yang indah serta ini merupakan peristiwa yang sempurna,” ungkap Ray.

Setelah menonton serta menggendong bayinya, 3 hari kemudian Stacie meninggal dunia sebab kondisinya memburuk. Sekarang bayi Dottie tinggal dengan Ray bersama istrinya Jennifer serta keempat anaknya di Oklahoma City.

betapa besar pengabdian seorang bunda bagi anaknya.. demi anaknya bunda ini rela walau wajib kehilangan nyawanya…

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Kisah Pengabdian Seorang Ibu

Comments
0 Comments

0 komentar:

Post a Comment

Mohon Komentatnya Tidak Melanggar TOS
1.Tidak saling menghina
2.menghargai postingan ini
3.Berkomentarlah sesuai dengan postingan atau relevan
4.Berkomentarlah dengan bahasa indonesia yang abik
5.Hargai pendapat orang lain
6.Harap tidak memasang link aktif